Ulasan Buku: Belajar Kesejateraan Hewan dari Sharon si Duta JAAN



Membaca buku menjadi salah satu kegiatan yang bikin rileks menurut gue. Gue pribadi awalnya tertarik membaca dari jaman SD karena dari dulu terpapar bacaan komik bareng temen-temen hehehe. Terus di bangku SMP gue mulai mengenal namanya bacaan fiksi yang mejeng di perpustakaan sekolah. Secara selera gue cenderung suka bacaan fiksi yang ringan tapi disisipin pengetahuan dan fakta. Ga ketinggalan juga sama buku cerita anak yang punya desain menarik dan penuh warna, apalagi sekarang buku cerita anak udah semakin mengikuti zaman, dilengkapi audio lah, ada teksturnya lah, dan masih banyak lagi.

Ada satu buku yang gue ulas kali ini, temanya terkait hewan. Sebagai orang yang suka hewan, buku ini bisa jadi media yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal dan lebih peduli akan hewan. Judul bukunya "5 Prinsip Kesejahteraan Hewan" yang ditulis oleh Karin Franken dari Jakarta Animal Aid Network.  Buku ini mengisahkan tentang seorang adik kecil berusia 7 tahun bernama "Sharon". Dia merupakan duta JAAN yang berbagi pengalaman dengan teman-teman di sekolah bersama tim edukasi JAAN. Ayo kita bedah sesuai topik:

Ilustrasi yang Menarik

Diilustrasikan oleh Levina Dewi Lomena, secara personal gue suka gambarnya karena banyak gambar hewannya hahaha (ya iyalah kan ngomongin tentang hewan). Apalagi ada gambar doggy yang imut-imut. Gue rasa anak kecil pun bakal suka sih. Selain itu pemilihan warna yang cerah dan cukup kontras bisa juga dijadikan sebagai media belajar anak dalam mengenal warna.

Padat dan Ringkas

Buku berhalaman sebanyak 24 ini gue nilai isinya padat dan ringkas. Setiap poin kesejahteraan hewan dibahas dalam satu halaman, sebelahnya berisi ilustrasi yang relevan dengan poinnya. Jadi setiap kita membacakan buku ke anak/adik, mereka bisa sambil mengamati gambarnya. Di saat itu juga kita bisa mengajukan beberapa pertanyaan kecil yang relevan dengan setiap poin kesejahteraan hewan. Contohnya ada pada poin 1 "Bebas dari kelaparan dan kehausan", ada gambar seekor anjing bernama "Bambi" yang terlihat sedang menggoyangkan ekornya. Di situ juga dilengkapi dengan pakannya berupa dog food dan wadah berisi air minum. Hal seperti ini bisa ditanyakan langsung ke anak, semisal apakah kucing di rumah sudah diberi makan, berapa kali frekuensinya, apa saja jenis pakannya, apakah wadah air minumnya selalu terisi, dan banyak pertanyaan lainnya.

Sedikit 'Menyentil'

Ini jadi salah satu hal yang gue suka dari buku ini. Pembaca diberi pengetahuan kalau kita sebagai manusia perlu paham juga kalau hewan pun harus bebas berperilaku normal. Artinya kalau pergerakannya dibatasi (misal di dalam kandang). Ini kita bicara tentang hewan domestik. Bagaimana kalau satwa liar? Oh ya jelas kita gak bisa menjamin dong dia bisa mengekspresikan perilaku normal dengan maksimal selayaknya di alam. Wong namanya aja satwa liar hehehe, pasti perilakunya liar juga.

Dilengkapi Tambahan Informasi

Menjelang akhir halaman buku, ada segmen khusus yang berisi tentang Tips dan Fakta Kesejahteraan Hewan. Di bagian ini orang tua bisa lebih menceritakan penjelasan tambahan atas poin-poin kesejahteraan hewan yang sudah dibahas di dalam buku. Buku ini juga dilengkapi lembar aktivitas untuk anak berupa permainan 'mencari taman'. Gue berharap ada tambahan permainan lagi yang bisa mengasah otak dan secara tidak langsung membuat pembaca belajar lagi.


Kesejahteraan hewan adalah kondisi dimana kesehatan fisik dan mental hewan terpenuhi, baik untuk hewan domestik maupun satwa liar. Satwa liar membutuhkan hak dasar mereka untuk hidup secara alami dan bebas dari campur tangan manusia. Sementara itu, hewan domestik membutuhkan perlindungan, perawatan dan tempat tinggal yang terbaik dari manusia.


Temukan versi e-book dari buku ini dan seri lainnya di sini. Teman-teman juga bisa membeli bukunya di Instagram JAAN Domestic Shop


Komentar